Tampilkan postingan dengan label My Favorite. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Favorite. Tampilkan semua postingan

27 Mei 2009

untuk kaum pria dari kaum wanita

(imported from my notes in facebook)

hasil observasi, konseling dan pengalaman.. :P

1. miliki wanita seperti menggenggam pasir, jika terlalu erat maka pasir itu akan keluar dari sela2 jarimu.

2. jika kamu tulus menjaganya, maka ia pun akan tulus mencintaimu.

3. jika kamu memaksanya utk mencintaimu, maka ia akan melayanimu dengan keterpaksaan. *melayani disini bukan hanya berhubungan secara fisik*

4. kumpulkan setumpuk keberanian utk mengatakan perasaanmu kepada wanita yg benar2 kau cintai sebelum semuanya terlambat.

5. berilah wanita perhatian2 kecil yg tulus dan tidak berlebihan.

6. jika kamu merasa dapat membeli wanita dengan uang, maka tanpa disadari ia akan terus menggerogoti uangmu dengan sedikit cinta atau bahkan tidak ada cinta sama sekali.

7. dengarkan ia bicara, karena wanita paling senang didengar. yah, klo dia kasih nasehat, setidaknya dengarkan walaupun kamu tidak menurutinya.

8. terkadang sikap jual mahal seorang wanita mirip dengan sikap tidak mau (penolakan) yang sebenarnya.

9. bicaralah ketika ia sudah mulai membosankan. "jujur aku merasa bosan sama kamu, karena..." setidaknya begitu lebih baik daripada meninggalkan secara tiba2.

10. terkadang wanita yg patah hati gampang keGRan dengan sikap baikmu, jadi berhati2lah.

11. terkadang wanita juga tidak ingin terikat status, dengan alasan tertentu.

12. terkadang wanita memikat pada kesan pertama atau justru bikin ilfil pada kesan pertama. (klo ini sih kayaknya co juga ya? hehe).

13. kebanykan wanita sensitif jika disinggung secara fisik, katanya seperti pria disinggung ttg materi.

14. apabila wanita bercerita ttg pria2 lain, ada 3 kemungkinan: mencari perhatian, ingin menunjukan dia hebat, atau ia benar2 cerita.

15. wanita lebih dominan perasaan daripada logika, sudah takdirnya begitu.

16. kata ajakan untuk menikah / melamar akan membuat wanita bak ratu sejagat.

17. jika kau merasa wanita sombong, mungkin ia tidak sombong, hanya ingin mencari perhatian tapi caranya yg salah.

18. banyak wanita yg salah mengartikan arti persahabatan dengan sahabat prianya.


Terima kasih kepada para pria karena dapat memberikan irama di hati para wanita. dan harap maklum apabila wanita susah utk mengkomunikasikan perasaannya, mengutarakan keinginannya, sehingga kalian menganggap wanita adalah makhluk yg sulit dimengerti.
maafkan apabila wanita sering menggunakan bahasa tubuhnya atau kalimat yg berbelit-belit untuk satu tujuan saja. bahkan utk sekedar mengucapkan terima kasih dan minta maaf.

mohon maaf kalo ada salah2 kata.. ^^v

18 Maret 2009

DIA

Benar2 sendiri.. Apalagi dia sedang jatuh cinta
Tak apa, kuyakin DIA pasti mau mendengarkan dan temani aku
Kan kuhubungi DIA, yang pasti jawab panggilanku
Selamat malam dia yang sedang jatuh cinta

dia, 17032009, 22.44


Selamat malam kau yang lagi jatuh cinta..
DIA tau, aku mencintaimu..
itu saja..

aku, 18032009, 23.00

04 Januari 2009

4 tipe kepribadian

Tak ada manusia yang sama, walupun anak kembar sekalipun. Yah, kita diciptakan dengan membawa karakter masing-masing. Individu dapat mewarisi karakter orang tuanya, namun dapat tumbuh, berkembang, dan mengalami modifikasi karena pengaruh lingkungan (soalnya gw penganut behaviorism,hehe..)
Florence Litteur dalam bukunya personality plus mengemukakan ada empat pola watak dasar manusia, yaitu sanguinis, melankolis, koleris dan plegmatis. Semua manusia pada dasarnya memiliki keempatnya, namun pasti ada salah satu yang dominan, atau ada dua tipe gabungan yang dominan. Tidak ada tipe yang lebih baik dan tipe yang buruk, semuanya memiliki kelebihan dan kelemahan. Menurut Florence, tak ada yang paling baik. Semuanya baik. Tanpa orang sanguinis, dunia ini akan terasa sepi. Tanpa orang melankoli, mungkin tak ada kemajuan di bidang riset, keilmuan dan budaya. Tanpa kaum koleris, dunia ini akan berantakan tanpa arah dan tujuan. Tanpa sang phlegmatis, tiada orang bijak yang mampu mendamaikan dunia.
Walaupun katanya 4 tipe kepribadian ini sudah mulai ditinggalkan, tapi jika kita dapat memahami tipe kebribadian apa yang dimiliki oleh kita dan orang-orang disekitar kita, maka kita akan dapat lebih baik dalam menjalin hubungan dengan mereka.

Berikut penjelasan dari keempat tipe kepribadian tersebut
SANGUINIS
Sanguin 'yang populer', ya mereka cenderung ingin populer, ingin disenangi oleh orang lain. Hidupnya penuh dengan bunga warna-warni. Mereka senang sekali bicara tanpa bisa dihentikan. Gejolak emosinya bergelombang dan transparan. Antusias dan ekspresif. Ceria dan penuh rasa ingin tahu. Hidup di masa sekarang. Mudah berubah karena banyak kegiatan dan keinginan. Berhati tulus dan kekanak-kanakan. Senang bertemu banyak orang. Umumnya hebat di permukaan. Mudah berteman dan menyukai orang lain. Senang dengan pujian dan ingin menjadi perhatian. Menyenangkan. Mudah memaafkan dan tidak menyimpan dendam. Mudah mengambil inisiatif untuk menghindar dari hal-hal atau keadaan yang membosankan. Menyukai hal-hal yang spontan.

Namun orang-orang sanguinis ini sedikit agak pelupa, sulit berkonsentrasi, cenderung berpikir pendek, dan hidupnya serba tak beratur. Kemungkinan besar ia pun kurang mampu berdisiplin dengan waktu, sering lupa pada janji apalagi bikin planning. Suara dan tertawa yang keras (terlalu keras). Membesar-besarkan suatu hal atau kejadian. Susah untuk diam. Mudah ikut-ikutan atau dikendalikan oleh keadaan atau orang lain. Sering minta persetujuan, termasuk hal-hal yang sepele. Jika diminta untuk mengerjakan sesuatu awalnya saja antusias, tapi dapat dengan mudah melupakan kewajibanya. Mudah berubah-ubah (plin-plan). Susah datang tepat waktu. Prioritas kegiatan kacau. Mendominasi percakapan, suka menyela dan susah mendengarkan dengan tuntas. Sering mengambil permasalahan orang lain, menjadi seolah-olah masalahnya. Egoistis. Sering berdalih dan mengulangi cerita-cerita yg sama. Konsentrasi ke "How to spend money" daripada "How to earn/save money".

MELANKOLIS
Melankoli 'yang sempurna'. Orang melankolis cenderung serba teratur, rapi, terjadwal, tersusun sesuai pola. Umumnya mereka ini suka dengan fakta-fakta, data-data, angka-angka dan sering sekali memikirkan segalanya secara mendalam. Dalam sebuah pertemuan, orang melankoli cenderung menganalisa, memikirkan, mempertimbangkan, lalu kalau bicara pastilah apa yang ia katakan betul-betul hasil yang ia pikirkan secara mendalam sekali. Artistik, musikal dan kreatif. Sensitif. Mau mengorbankan diri dan idealis. Standar tinggi dan perfeksionis. Senang perincian, tekun, serba tertib. Hemat. Melihat masalah dan mencari solusi pemecahan kreatif (sering terlalu kreatif). Kalau sudah mulai, dituntaskan. Berteman dengan hati-hati. Puas di belakang layar, menghindari perhatian. Mau mendengar keluhan, setia dan mengabdi. Sangat memperhatikan orang lain.
Namun kelemahan orang melankolis adalah mereka cenderung melihat masalah dari sisi negatif, merasa murung dan tertekan. Pendendam. Mudah merasa bersalah dan memiliki citra diri rendah. Lebih menekankan pada cara daripada tercapainya tujuan. Tertekan pada situasi yg tidak sempurna dan berubah-ubah. Melewatkan banyak waktu untuk menganalisa dan merencanakan. Standar yang terlalu tinggi sehingga sulit disenangkan. Hidup berdasarkan definisi. Sulit bersosialisasi. Tukang kritik, tetapi sensitif terhadap kritik yg menentang dirinya. Sulit mengungkapkan perasaan (cenderung menahan kasih sayang). Rasa curiga yg besar (skeptis terhadap pujian).


KOLERIS
Koleris 'yang kuat'. Orang koleris senang dengan tantangan, suka petualangan, berani menghadapi masalah. Mereka sangat “goal oriented”,tegas, kuat, cepat dan tangkas mengerjakan sesuatu. Baginya tak ada istilah tidak mungkin. Hampir dapat dipastikan apa yang akan ia lakukan akan tercapai seperti yang ia katakan. Sebab ia tak mudah menyerah, tak mudah pula mengalah. Senang memimpin, membuat keputusan, dinamis dan aktif. Sangat memerlukan perubahan dan harus mengoreksi kesalahan. Berkemauan keras untuk mencapai sasaran atau target. Bebas dan mandiri. Memiliki prinsip "Hari ini harus lebih baik dari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini". Mencari pemecahan praktis dan bergerak cepat. Mendelegasikan pekerjaan dan orientasi berfokus pada produktivitas. Membuat dan menentukan tujuan. Terdorong oleh tantangan. Tidak begitu perlu teman. Mau memimpin dan mengorganisasi. Biasanya benar dan punya visi ke depan. Unggul dalam keadaan darurat.
Namun mereka ini suka sekali mengatur orang, suka tunjuk-tunjuk atau perintah-perintah orang. Akibat sifatnya yang `bossy’ itu membuat banyak orang koleris tak punya banyak teman. Tidak sabar dan cepat marah. Senang memerintah. Terlalu bergairah dan susah untuk santai. Menyukai kontroversi dan pertengkaran. Terlalu kaku dan keras. Tidak menyukai air mata dan emosi tidak simpatik. Tidak suka yang sepele dan bertele-tele atau terlalu rinci. Sering membuat keputusan tergesa-gesa. Memanipulasi dan menuntut orang lain, cenderung memperalat orang lain. Menghalalkan segala cara demi tercapainya tujuan. Workaholic. Amat sulit mengaku salah dan meminta maaf.

PLEGMATIS
Plegmatis 'yang damai'. Orang tipe ini tak suka terjadi konflik, karena itu disuruh apa saja ia mau lakukan, sekalipun ia sendiri nggak suka. Baginya kedamaian adalah segala-galanya. Jika timbul masalah atau pertengkaran, ia akan berusaha mencari solusi yang damai tanpa timbul pertengkaran. Ia mau merugi sedikit atau rela sakit, asalkan masalahnya nggak terus berkepanjangan. Mudah bergaul, santai, tenang dan teguh. Sabar, seimbang, dan pendengar yang baik. Tidak banyak bicara, tetapi cenderung bijaksana. Simpatik dan baik hati (sering menyembunyikan emosi). Kuat di bidang administrasi, dan cenderung ingin segalanya terorganisasi. Penengah masalah yg baik. Cenderung berusaha menemukan cara termudah. dapat bekerja di bawah tekanan. Menyenangkan dan tidak suka menyinggung perasaan. Rasa humor yg tajam. Senang melihat dan mengawasi. Berbelaskasihan dan peduli. Mudah diajak rukun dan damai.
Namun kaum plegmatis kurang bersemangat, kurang teratur dan serba dingin. Jika diminta untuk mengambil keputusan ia akan terus menunda-nunda. Kurang antusias, terutama terhadap perubahan atau kegiatan baru. Menghindari konflik dan tanggung jawab. Keras kepala, sulit kompromi. Terlalu pemalu dan pendiam. Humor kering dan mengejek (Sarkatis). Kurang berorientasi pada tujuan. Sulit bergerak dan kurang memotivasi diri. Lebih suka sebagai penonton daripada terlibat. Tidak senang didesak-desak. Menunda-nunda dan menggantungkan masalah. Jadi kaum plagmatis "jika didorong atau didesak ngambek, tapi jika dibiarkan ga jalan"

Good luck untuk menemukan tipe kepribadian apakah kamu? dan mancari tipe kepribadian ornag-orang disekitar kamu. Jadi jika kita menemukan orang yang kita ga suka dengan perilaku dan sifatnya, sadarilah bahwa memang seperti itu karakternya, tinggal bagaimana kita menyikapinya agar hubungan kita dengan orang tersebut tetap berjalan dengan baik.

Kalau masih bingung apa tipe kepribadian kamu, coba tes kepribadian ini untuk memberikan gambaran, apa tipe kepribadian kamu. :-)

29 Desember 2008

b i r t h d a y

hari ini..
dimana dulu ibumu memperjuangkan hidupnya demi kamu
dimana dulu kau diperkenalkan ke dunia
hingga sekarang kau menjadi seorang seperti sekarang

ingatlah kembali duri2 tajam yang pernah membuatmu menagis
dan manisnya madu yang sering membuatmu tersenyum
ingatlah sudah seberapa jauh kau melangkah
dan jadikan setiap langkah adalah pelajaran

semoga dengan ini
semakin bertambah kebijaksanaan dalam sikap dan pikiranmu
semakin tumbuh kharisma dari dalam dirimu
semakin dapat menerima segala sesuatunya seluas hatimu

sadarilah..
betapa banyak orang yang menyayangimu
kau sungguh berarti bagi orang2 yang menyayangimu
maka jadikan mereka berarti bagimu


Happy Birthday..

26 Desember 2008

siap siap siap

disayangi, maka siap untuk menyayangi
dicintai, maka siap untuk mencintai
dimiliki, maka siap untuk memiliki

menyayangi, maka siap untuk tidak memiliki
mencintai, maka siap untuk menerima apa adanya
memiliki, maka siap untuk kehilangan

22 Desember 2008

Feromon

Ketika kau menatapku, kutinggakan aura di matamu
Ketika kau mendengar suaraku, kutinggalkan irama di telingamu
Ketika kau sentuh tanganku, kutinggalkan feromonku di kulitmu

Ketika kau beranjak tak ada semilir parfum yang semerbak
Namun ketika kau pergi kau meninggalkan feromonmu
Dan kusadari kau meninggalkan feromonmu di otakku

Apakah masih kau ingat hembusan feromonku?
Apakah feromon kita bisa bertemu?
Bertemu ketika bahagia di dalam kesejukan?

30 November 2008

h a r u b i r u

Kemarin aku berada dalam kelas yang kira-kira ada 30 orang perempuan duduk dan mendengarkan kuliah pagi dari seorang wanita. Ia membahas ttg pernikahan. Sebait kalimat yang ia sampaikan membuatku benar-benar haru biru, mungkin cara penyampaiannya yg terlalu dalam sehingga membuat aku ingin lari ke toilet dan menangis (tapi tentu ga aku lakuin). Ia berkata:
"Seorang ayah bertanggung jawab terhadap anak puterinya hingga ia menikah, namun ketika akad nikah berlangsung, ketika ayah kita mengucapkan 'saya nikahkan saudara....' dan sang calon suami menjawab 'saya terima nikahnya....', maka saat itu juga segala bentuk tanggung jawab akan beralih kepada suami, dan saat itu juga kita harus mendahului suami kita daripada orang tua kita sendiri."

Oh my God.. saat itu pikiranku langsung tertuju pada papaku yang sangat aku sayangi, dan tentu saja aku berpikir laki-laki seperti apa yang akan mendampingi hidupku nanti..? Aku ga boleh salah pilih, ini pilihan yang sangat berat..

Ketika pulang ke rumah, aku ngobrol-ngobrol santai dengan papaku. Lalu aku memberanikan diri bertanya "Pa, papa pengen punya menantu yang kayak gimana?"
papaku jawab "maksudnya?"
aku jawab lagi "ya papa pengen ade dapet suami yang gimana?"
Lalu dengan lantang papaku mengemukakan 3 hal (yang ga akan aku sebutin disisni ;-p) beserta alasannya tanpa ada keraguan sedikitpun disetiap ucapannya, begini katanya "pertama....., kedua......, ketiga....... dan selebihnya terserah kamu." (waktu itu aku mengetahui betapa papaku sangat sayaaaang terhadapku),
dan setelah itu papaku bertanya "kok nanya ini?"
lalu aku jawab "cuma mau nyocokin kriteria papa sama kriteria aku, biar ga salah pilih aja nanti."
Dalam hati sebenarnya ingin bilang "supaya papa ga kecewa dan ikhlas ketika harus menyerahkan aku nanti yang entah kepada siapa."

26 November 2008

It has gone

Sudah sejak lama
Tak ada lagi ocehan karena berada di garis E
Tak ada lagi cemberut karena banyaknya garisan seperti lukisan anak TK
Tak ada lagi rasa bosan karena seharian menunggu di tempat yang tak kusukai
Tak ada lagi kebingungan ketika kakakku menitipkan si abu-abunya

Tapi, baru saja ku tau bahwa
Tak ada lagi sandaran krem yang sejuk
Tak ada lagi irama keluar dari subwoofer yang sempat membuatku kesal
Tak ada lagi bulatan kecil bertuliskan JVC yang pernah hilang
Tak ada lagi si hitam lincah yang kusayang

Aku menyayanginya walaupun pernah disiram rasa cemburu yang hebat
Aku menyayanginya bukan karena kau tuannya, tapi karena aku sering memandikannya
Aku melepasmu, tak berharap kau melepasnya
Aku bertanya padamu, jika aku bertahan akankah dia masih ada?

Dia telah pergi.. Ingin aku berkata..
Maaf aku tak bisa merawatmu karena papaku tak mengijinkan
Semoga tuanmu saat ini menyayangimu seperti tuanmu yang dulu
Take care ya... kau pernah menemani hari-hariku & mengisi halaman rumahku
Maafkan aku terbiasa berbicara padamu yang mungkin tak mengerti

23 November 2008

Terima Kasih

Seorang 'guru' pernah berkata "biasakanlah untuk berterimakasihlah kepada sesama, karena ucapan terima kasih merupakan bentuk rasa syukur kita"
Klo yang aku tangkep disini adalah.. Hmm.. if i'm not mistaken, kita mendapatkan karunia dari Allah SWT lalu kita mengucapkan Hamdalah, tapi Allah menyampaikan karunianya itu melalui berbagai macam cara, salah satunya melalui manusia, jadi kita berterima kasih karena manusia itu telah menyampaikan karunia Allah kepada kita.

Terimakasih merupakan hal untuk membayar sesuatu yang tak bisa dibayar..
Misalnya, jika kita mau pergi naik angkot, lalu kapan kita membayarnya? Pas kita turun dari angkot? atau ketika ada kenek yang nagih ongkos ke penumpang? Ya kita bayar dengan rupiah..
Lalu bagaimana dengan jasa si supir angkot? ketika ia mau berhenti pas kita bilang 'kiri', dsb. Apa itu sudah terbayar? Sebagian orang mengatakan sudah, karena kita sudah bayar dengan rupiah? Logikanya, supir angkot beli premium dengan rupiah, wajar jika kita membayar pake rupiah.. Tapi jasanya yang kita bayar dengan ucapan 'terima kasih'. Jasa ketika ia bersedia berhenti jika kita panggil dan bersedia berhenti jika kita bilang 'kiri', bersedia nunggu kita ketika kita lagi nyebrang, jasa ia mau jadi supir angkot. Coba bayangkan ketika semua supir angkot mogok..

Contoh lainnya.. Kita minta uang ke orang tua kita untuk biaya kuliah.. (misalnya) "Pa, saya harus bayar semesteran, 1juta, ini rincian pengeluarannya.." kemudian sang ayah menjawab "Iya, nanti ya papa transfer ke rekening kamu sekalian uang bulanan".
Logikanya itu memang kewajiban seorang orang tua untuk membiayai anaknya. Aku yakin 100% bahwa orang tua tak mengharapkan imbalan apapun, mereka sadar sesadar-sadarnya bahwa itu merupakan kewajiban mereka. Tapi apa yang terjadi jika kita bilang "Makasih ya pa.." apalagi bilang "Makasih ya pa.. mudah-mudahan ini registrasi terahir, doain saya cepet lulus ya pa.." Aku yakin hati sang ayah menjadi biru, dalam hatinya ia ingin sekali memeluk kita, andai kita masih umur 7 tahun, pasti kita dipeluknya.

Ada banyak contoh lainnya di sekitar kita.. Jadi biasakanlah untuk mengucapkan 'terima kasih'
^_~

19 November 2008

terbatasnya otak manusia

Allah menciptakan manusia dgn akal dan pikiran. Untuk apa? jelas untuk menciptakan ide dan selalu berpikir. Namun ketika ada yang harusnya dipikirkan, segelintir manusia malas untuk memikirkannya (ini sih tipe2 orang yang ga mau tau). Contohnya, (maaf..) pemerintah tau bahwa ada sebuah organisasi yang mengelola anak jalanan, namun mereka tidak berbuat apa-apa atau tidak tau harus berbuat apa.

Namun, ada beberapa hal yang tak dapat kita pikirkan dan sayangnya masih saja kita memaksakan untuk memikirkannya. Terkadang ada beberpa hal yang tak bisa diukur oleh pikiran kita. Contohnya, seberapa luas sih jagat raya ini?

Sebenernya itu hanya intermezo dari apa yang mau saya tulis.
Beberapa minggu yang lalu saya sedikit terpaksa untuk pergi menemui teman saya yang katanya dia lagi suntuk berat, lagi banyak pikiran, dan intinya mau curhat. (mudah2an dia ga baca ini.hehe..). Saya sempet kaget mendengar ceritanya, ttg perasaan yang selama ini menghantuinya. "Akhir2 ini aku ga bisa tidur, takut ga bisa bangun lagi. Aku takut meninggal".
Sudah sekitar 1 bulan ia mengalami kegelisahan ini, dan selalu bertanya pada dirinya sendiri "kenapa aku selalu mikirin itu terus? ada apa dibalik ini semua? apa aku bener akan meninggal? menurut kamu gimana?".

Saya terdiam dan berpikir, sambil berkata "kita bahas pas udah makan ya.." (sambil ngelirik sepiring chicken cordon blue yang saya pesan.hehe..). Sebenarnya makan juga jadi tak tenang, karena saya sambil memutar otak, memikirkan jawaban apa yang akan saya berikan.

Akhirnya setelah selesai makan dia tanya "gimana?". Saya mengucapkan bismillahirrahmanirrahiim dalam hati dan mulai menjelaskan ....bla...bla...bla....
Intinya saya bilang pada teman saya itu bahwa Allah menciptakan kita dengan satu tujuan yaitu untuk menyembah dan mengabdi kepadanya, jadi ga perlu kita memikirkan kenapa?ada apa? dan bahkan kapan kita akan meninggal. Itu semua adalah rahasia Allah yang kalau kita cari tau jawabannya malah akan semakin mumet dan ga akan ketemu. Kita sebagai manusia carilah jalan agar dapat mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Jadi coba untuk berhenti mikirin penyebab dari itu semua, tapi ayo mulai pikirin untuk meuju ke kebahagiaan dunia dan akhirat nanti. Karena otak manusia yang super duper dasyat ini tak mampu melebihi kekuasaan sang pencipta otak ini sendiri.

Apa teman saya puas dengan ini? tentu tidak.. Tapi ga akan dibahas di sini, karena saya cuma mau membahas yang ini. hehe...
Contoh lainnya adalah.. para ilmuan dari bidang astronomi pun yang telah melakukan penelitian bertaun-taun ttg alam semesta ini, ahirnya menemukan satu kesimpulan, satu titik temu bahwa terdapat sebuah "invisible hand" yang mengatur alam semesta ini. Ya..mereka jadi semakin percaya adanya Tuhan.

Jadi berhentilah memikirkan hal-hal yang tak dapat dipikirkan, pikirkanlah saja hal-hal yang harus dipikirkan..! Karena ternyata otak manusia terbatas..

27 September 2008

Setiap kejadian pasti ada hikmahnya

"Bu, kenapa aku punya ibu dan juga punya mama?" Tanya seorang anak umur 5 tahun kepada ibunya. Namun sang Ibu hanya menjawab "Sayang, itu kan hanya panggilan untuk ibu dan untuk mamamu"
Si anak tidak puas akan jawaban itu "Tapi bu.."
"Sudahlah sayang gak perlu dibahas lagi ya, sekarang kita cepet siap-siap ke Bandung ke rumah mama." Jawab sang Ibu lagi.
"Horee.." jawab sang anak dengan senang.

Anak perempuan berumur 5 tahun yang bernama Laras itu memang sangat senang jika diajak ke Bandung, ia akan bertemu mama, papa dan kakak2nya. Ia sangat menantikan perjalanan dari Jakarta menuju Bandung yang cukup melelahkan itu.

Ketika tiba di Bandung, seperti biasa Laras memilih tidur dengan mamanya. Namun malam itu tidak seperti biasanya, sang mama kaget bukan main dengan pertanyaan Laras, "Ma, kenapa aku punya ibu dan punya mama?"
"Koq kamu nanya gitu sayang?" Tanya sang mama menyembunyikan kagetnya.
"Soalnya kata temen aku, aku aneh punya ibu trus punya mama juga. Kata mereka, biasanya anak-anak itu cuma punya satu, kalo ga mama ya ibu, tapi aku koq punya dua ya ma?"
Sang Mama bukan lagi menahan kaget, namun menahan air mata. Secara spontan dan tanpa sadar ia menjelaskan semuanya, seperti sedang meluapkan emosi.
"Gini sayang, sebenernya waktu kamu umur 1,5 tahun kamu dipinjem sama Ibu, karena Ibu lama gak punya adik. Terus sebenernya mama mau ngambil kamu waktu kamu umur 3 tahun, tapi waktu kamu umur 3 tahun, Ibu belum juga dikasih adik sama Allah. Jadi kamu masih tinggal sama Ibu sampe sekarang." Kata sang mama dengan jelas.

Laras diam sesaat, menangis dan berkata "Jadi, Mama adalah mama aku yang sebenernya dan Ibu sebenernya adalah tante aku ya ma? Aku gak mau balik lagi ke Jakarta. Aku mau disini terus"
"Gak bisa gitu sayang, kamu kan sekolah disana, jadi ya harus pulang. Lagian gak bisa segampang itu untuk bawa kamu balik lagi ke Bandung. Kamu sabar dulu ya.. Lagipula kita kan masih bisa sering ketemu, hampir setiap hari minggu kita ketemu. Terus waktu lebaran kita pasti ketemu di rumah eyang kan?" Kata sang mama kemudian.
"Tapi kan gak setiap hari ketemu ma.. Lagian aku mau sekolah disini bareng mbak Lila sama mas Dimas. Ya ma.." Rengek Laras.
Bertambahlah kesedihan sang mama "Tapi apa kamu gak kasian sama Ibu? Nanti kalo kamu di Bandung, Ibu sama siapa di Jakarta? Bapak kamu kan kerja, selalu pulang malem. Masa kamu gak kasian liat Ibu sendirian?"

Hening.. Laras mulai berpikir, ia sangat sayang sama Mamanya, apalagi setelah tau hal yang sebenarnya. Tapi ia juga sayang sama Ibunya, gak mungkin ia meninggalkan Ibunya sendiri di Jakarta. Terbayang olehnya, sehari-hari saja sepulang sekolah ia merasa kesepian, dirumah hanya ditemani oleh Ibu dan si mbok. Jika Bapak pulang kerja, rumah baru terasa ramai. Kalau ia di Bandung, Ibunya hanya berdua sama si mbok. Kasian..

Tibalah keesokan harinya waktunya untuk pulang ke Jakarta. Tak seperti biasanya Laras menangis, merengek tak mau pulang. Tapi dengan sedikit rayuan dari Mamanya, iapun mau pulang.

Setelah kejadian itu, bertahun-tahun Laras merahasiakan bahwa ia sudah tau yang sebenarnya. Begitu pula sang Mama, ia juga merahasiakan bahwa ia telah menceritakan semuanya. Namun dibalik itu semua, tanpa diketahui seorangpun, hanya Allah SWT yang tau, bahwa mereka berdua, Laras dan mamanya selalu berdoa agar mereka bisa bersatu lagi, berkumpul bersama lagi.

Waktu terus berjalan, hingga tak terasa Laras berumur 9 tahun. Ketika itu, Ibunya sakit, masuk Rumah Sakit, menjalani beberapa operasi.
Hingga akhirnya setelah dua minggu dirawat di RS, sang Ibu meninggal dunia akibat kanker paru-paru stadium 4.

Laras sangat merasa kehilangan, ia menangis tiap malam. Namun ternyata, terdapat rahasia Allah yang tersembunyi dibalik kejadian itu.
Setelah dua bulan meninggalnya Ibu, Laras memberanikan diri untuk bicara kepada Bapaknya bahwa ia ingin tinggal di Bandung lagi. Alasannya simpel "Soalnya Bapak kan selalu pulang malem, aku suka kesepian pak berdua aja sama si mbok."
Bapaknya hanya bisa meng-iya-kan permintaan Laras.
Akhirnya Laras kembali tinggal bersama orang tua kandungnya, ia juga tak lagi merasa kesepian karena selalu ditemani oleh kakak-kakaknya.

Namun, ia juga masih sering bertemu dengan Bapaknya, entah ia yang ke Jakarta atau Bapaknya yang main ke Bandung. Satu tahun kemudian, Bapaknya menikah lagi dan tak lama setelah itu dikaruniai seorang anak. Bahagia ikut dirasakan oleh Laras karena Bapaknya tidak kesepian lagi.

Hingga kini, Laras gadis kecil itu telah tumbuh dewasa. Ia selalu mengenang masa kecilnya yang unik, namun ia sangat mensyukuri hal tersebut. Ia bersyukur dapat memberikan suatu kebahagiaan kepada almarhumah Ibu semasa hidupnya. Selain itu ia juga bangga terhadap Mamanya karena telah berjiwa besar, rela 'meminjamkan' anak bungsunya demi kebahagiaan adiknya, betapa sayangnya Mama terhadap adiknya. Namun itu semua tak lepas dari karunia Allah, Allah maha adil, maha bijaksana.

"Aku senang pernah memiliki 2 pasang orang tua.. Mereka memberikan banyak kebahagiaan untukku, memberikan pelajaran hidup yang sangat berarti. Terima kasih ya Allah telah memberikan pengalaman hidup yang begitu indah." Tutur Laras yang telah dewasa.

Satu hal yang dapat dipetik disini bahwa setiap kejadian seberat apapun, pasti ada hikmahnya..

24 September 2008

Tak Berjudul

"Saya ingin orang lain melihat saya itu seperti tidak pernah ada masalah. Terlebih ibu saya, saya gak mau ia melihat saya sedih."

Aneh, pikirku. Kata-kata itu masih bisa diucapkan dalam mimik wajah yang berseri. Kemudian rasa penasaran ini mendorongku untuk terus bertanya
"Terus dengan siapa kamu berbagi itu semua? Saya pikir kamu deket banget sama ibu jadi apapun yang terjadi dalam hidup kamu, kamu selalu share ke dia"

Sambil tersenyum lelaki itu berkata "Gini ya Rasty cantik, Ibu saya tuh udah sepuh, jadi masa saya harus membebaninya dengan masalah saya?Saya ingin di masanya sekarang ini, ia konsentrasi untuk beribadah. Paling anti buat saya untuk cerita semua masalah saya ke ibu saya. Biarlah ibu saya memandang saya sebagai Randi yang selalu bahagia"

Kata-katanya mengiringku kepada bayangan mama. Mama selalu jadi tempat keluh kesahku, sesaat aku berpikir? Apakah itu berarti membebani mamaku?

Hening sesaat.. lalu dia melanjutkan pembicaraannya

"Rasulullah pernah bertanya sama seseorang yang punggungnya penuh dengan memar dan lecet. 'Kenapa punggungmu?' lalu orang tersebut berkata 'saya habis menggendong ibu saya ketika kami dalam perjalanan, karena ibu saya sudah tidak mampu untuk berjalan' kemudian orang itu bertanya kepada Rasulullah 'Ya Rasul, apakah dengan keikhlasan saya menggendong ibu saya, maka saya sudah dapat membalas jasa-jasa ibu saya terhadap saya?' kemudian Rasulullah menjawab 'Kasih sayang ibumu tidak akan pernah terbalas oleh apapun, bahkan dengan kamu menggendongnya ber mil-mil sekalipun'. Kebayang gak Ras, saya yang hanya bisa memberi sebatas materi ke ibu saya, jauh daripada menggendong, jadi saya gak mau nambah beban pikiran ibu saya dengan masalah saya."

Ya Allah.. Subhanallah.. Cuma itu yang terucap dalam hati saya..

Laki-laki yang hidupnya nampak lurus-lurus saja ternyata menyimpan berbagai gejolak hidup.
Laki-laki yang selalu menjadi tempatku berkeluh kesah.
Laki-laki yang dapat menenangkan hati ini disaat marah, disaat emosi menguasai logika.
Ternyata..

Saat itu aku ingin bilang "Tapi kamu harus punya tempat untuk berbagi untuk itu semua"
Tapi kata-kata itu tidak bisa keluar dan akhirnya hanya ku telan kembali kata-kata itu.

Namun sunggh ingin kukatakan bahwa jika suatu saat kau butuh tempat untuk berbagi, jika kau percaya seperti aku mempercayaimu, maka aku sangat-sangat membuka diri untuk mendengar semua keluh kesahmu.. Setidaknya hanya mendengar..


Permohonan

Ada sebuah do'a.. Kayaknya sih do'a ini sering aku denger dimana gitu ya?
Tapi ini kubaca dari sebuah hasil tulisan seseorang. Gini katanya:

Ya Allah..
Jika aku jatuh cinta..
Cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya padaMu
Agar bertambah kekuatanku untuk mencintaiMu

Lalu.. Bibir ini sering berucap:

Ya Allah..
Aku ingin dapat mencintaiMu melebihi apapun
Jangan biarkan hati ini terlalu amat sangat mencintai lelaki yang belum menjadi muhrimku
Ketika seorang lelaki telah menjadi muhrimku, maka tuntunlah aku agar cintaku padanya tak melebihi cintaku padaMu


15 September 2008

Menyayangi bukan seperti teori Sigmund Freud

Siapa yang nggak tau Sigmund Freud?
Sigmund Freud adalah salah satu tokoh psikoanalisis yang terkenal buangeet..
Orang-orang psikologi pasti udah akrab banget denger nama ini. Nama ini mungkin juga terkenal di kalangan nonpsikologi. Di kalangan psikologi, dia bnayak ditentang oleh tokoh-tokoh lain, karena teorinya yang 'nyeleneh' (nyeleneh ini sih menurut aku. sok-sokan gini gue..hehehe..)
Menurutnya sebagian besar kehidupan/perilaku manusia dipengaruhi oleh alam bawah sadarnya, ibarat gunung es, bagian yang didalem laut itu adalah alam bawah sadar kita dan bagian yang diatas laut (yang keliatan sedikit) itu adalah alam sadar kita. Selain itu juga, semua perilaku manusia itu hanya didasari oleh 2 hal, yaitu sex dan agresi. Seperti contoh seorang dokter itu bukan atas dasar kemanusiaan ia melakukan kerjanya, tapi didasari oleh keinginan meraba-raba tubuh pasiennya (sex) atau karena ia hanya ingin menunjukkan kepada orang lain bahwa ia hebat (agresi).

Disini aku nggak akan ngebahas teorinya terlalu jauh, yang aku pengen bahas disini adalah..
Ayo kita liat sudut pandang orang yang saling menyayangi dari kacamata Sigmund Freud. haha..

Cewek: Kamu bener ga sih sayang sama aku?
Cowok: Ya iya lah sayang..
Cewek: Buktinya apa?
Cowok: Lho.. koq pake nanya bukti segala? kamu nggak percaya ya sama aku? Kalo kamu sayang aku nggak?
Cewek: Ya iya lah. Kamu tuh cowok satu-satunya dihati aku. aku nggak bisa hidup tanpa kamu.
Cowok: Kamu juga.. Eh say, sun-nya dong.. katanya kamu sayang aku..
Cewek: Ih, maunya di sun.. (sambil malu-malu tapi mau)
Cowok: Say, kerumah aku yuk.. lagi sepi nih..
Cewek: Nggak ah.. ngapain?
Cowok: Katanya kamu sayang aku, kalo iya, harus mau dong..
Cewek: Ya udah iya iya mau..

Nah, udah ketauan kan jalan ceritanya kemana? Simak lagi percakapan yang ini ya..

Cowok: Aku sayang sama kamu..
Cewek: Iya aku tau itu. Tapi...
Cowok: Tapi apa? Aku sayang sama kamu dan aku mau kamu jadi pacar aku
Cewek: Tapi aku nggak bisa jadi pacar kamu.
Cowok: Kenapa? katanya kamu sayang sama aku.
Cewek: Ya iya aku sayang sama kamu, tapi nggak sebagai pacar.
Cowok: Ah, Ya udah.. (Dalem hatinya: liat aja nanti aku pasti dapetin kamu)

Keliatan kan dua percakapan diatas kalo perilaku mereka didasari oleh sex dan agresi.
Sedangkan saling menyayangi tuh bukan kayak gitu. Kalo gitu sih namanya, yang pertama nafsu, yang ke dua cuma obsesi. Menurut aku saling menyayangi itu adalah ketulusan, keikhlasan, dan bukan paksaan..

29 Agustus 2008

Cinta dan Pengertian

Ada sebuah percakapan sebuah pasangan,

Cewek: "Sayang.. kalo pulang kantor jangan malem-malem terus dong. Sekarang kamu kan lagi nggak enak badan, jangan sampe sakit lho.."

Cowok: "Iya nih, maunya juga sekali-kali pulang cepet. tapi gimana nggak enak sama bos. Masa dia belom pulang aku udah pulang"

Cewek: "Iya sih.. tapi.. kasian kan mama kamu selalu nungguin kamu pulang kantor. Apa nggak bisa ditunda ya kerjaannya?"

Cowok: "Hmmm... gimana ya sayang, ini udah resiko kerjaan aku. Bos aku aja jarang ngeluh kalo harus pulang malem tiap hari"

Cewek: "Oh, gitu ya.. emang bos kamu belom punya istri ya?"

Cowok: "Nah itu dia.. istrinya tuh pengertian banget. Dia udah punya istri koq.."

Cewek: "Oh ya..?? Hebat ya.. Emang sih, bos kamu kerja juga kan buat istrinya ya gak? Eh tapi, apa istrinya gak pernah mikir macem-macem ya kalo suaminya pulang malem terus?"

Cowok: "Ya gak tau sih. Ya seharusnya kan saling percaya aja. Oh ya, bos aku itu ya kalo cerita tentang istrinya tuh kayak yang seneeng banget, kaya ga pernah ada konflik diantara mereka."

Cewek: "Waah.. keren ya bos kamu & istrinya.. Mudah-mudahan aku bisa sepengertian itu sama suamiku nanti & dapet suami yang sebegitu cintanya sama aku"

Cowok: "Amin.."

Dari percakapan diatas, jadi teringat sebuah kata-kata yang pernah aku baca bahwa,
Dalam suatu hubungan itu, si wanita cukup mempunyai perasaan cinta yang kecil, tapi pengertian yang besar. Sementara si pria harus mempunyai perasaan cinta yang besar, tapi pengertian yang kecil
Kenapa? Ya mungkin percakapan diatas tentang si bos & istrinya itu merupakan salah satu jawabannya. Jadi, si pria yang selalu pulang larut malam, harus dapet pengertian yang besar dari si wanita. Nah sedangkan si pria harus punya cinta yang besar, karena biar ga 'macem-macem'.hehehe... Tapi bener lho, pria yang menghabiskan sebagian besar waktunya diluar rumah, maka akan semakin banyak godaan yang ia terima, makanya dia harus punya cinta yang besar ke istrinya biar nggak tergoda.hehe.. Kalo aku sih mikirnya gitu.

Tapi.. Seseorang pernah berkata:
Kenapa harus seperti itu? Di dalam suatu hubungan kan kita harus saling mengisi. Jadi nggak perlu sampe ada teori bahwa si wanita harus punya pengertian yang lebih besar, sedangkan si pria harus punya cinta yang lebih besar juga. Yang jelas si wanita & si pria harus punya keduanya, entah siapa yang punya cinta/pengertian yang lebih besar. Yang penting disaat si pria membutuhkan cinta/pengertian maka si wanita menyediakannya, begitupun sebaliknya.

Jadi, Gimana kesimpulannya? tergantung persepsi masing-masing..
Hehehe..


20 Februari 2008

FEMINISME, IDEALISME DAN FENOMENOLOGI

FEMINISME DIPANDANG DARI SUDUT PANDANG FILSAFAT ALIRAN IDEALISME DAN FENOMENOLOGI EDMUND HUSSERL


Feminisme

Menurut Kamla Bashin dan Nighat Said Khan (dua orang feminis dari Asia Selatan), feminise memiliki pengertian yang luas, yaitu suatu kesadaran akan penindasan dan pemerasan (diskriminasi) terhadap perempuan dalam masyarakat, di tempat kerja, dan dalam keluarga serta tindakan sadar oleh perempuan maupun laki-laki untuk mengubah keadaan tersebut. Selain sebagai sebuah gerakan, feminisme juga menjadi metode analisis (cara pandang) dalam menilai keberadaan wanita dalam sebuah masyarakat. Perbincangan tentang feminisme pada umumnya merupakan perbincangan tentang bagaimana pola relasi laki-laki dan perempuan dalam masyarakat, serta bagaimana hak, status, dan kedudukan perempuan di sektor domestik dan publik.

Pada abad 18 sering muncul tuntutan agar perempuan mendapat pendidikan yang sama, di abad 19 banyak upaya memperjuangkan kesempatan hak sipil dan ekonomi bagi perempuan, dan di abad 20 organisasi-organisasi perempuan mulai dibentuk untuk menentang diskriminasi seksual di bidang politik, sosial, ekonomi, maupun personal.

Feminisme Ditinjau dari Paham Idealisme

Idealisme adalah suatu ajaran/faham atau aliran yang menganggap bahwa realitas ini terdiri atas roh-roh (sukma) atau jiwa. ide-ide dan pikiran atau yang sejenis dengan itu. Idealisme menurut G. Watts Cunningham, adalah: suatu ajaran kefilsafatan yang berusaha menunjukkan agar kita dapat memahami materi atau tatanan kejadian-kejadian yang terdapat dalam ruang dan waktu sampai pada hakekatnya yang terdalam, maka ditinjau dari segi logika kita harus membayangkan adanya jiwa atau roh yang menyertainya dan yang dalam hubungan tertentu bersifat mendalami hal-hal tersebut. Aliran ini merupakan aliran yang sangat penting dalam perkembangan sejarah pikiran manusia. Mula-mula dalam filsafat Barat kita temui dalam bentuk ajaran yang murni dari Plato. yang menyatakan bahwa alam, cita-cita itu adalah yang merupakan kenyataan sebenarnya. Adapun alam nyata yang menempati ruang ini hanyalah berupa bayangan saja dari alam idea itu. Aristoteles memberikan sifat kerohanian dengan ajarannya yang menggambarkan alam ide sebagai sesuatu tenaga (entelechie) yang berada dalam benda-benda dan menjalankan pengaruhnya dari benda itu.

Seperti yang telah dibahas diatas, feminisme memiliki arti yang luas, feminisme dapat diartikan sebagai “diskriminasi” terhadap kaum perempuan, dan kemudian feminisme juga diartikan sebagai sebagai bentuk perhatian untuk memecahkan masalah diskriminasi tersebut.

Dalam kaitannya dengan kesetaraan gender, Kahlil Gibran dengan bijak mengatakan, bahwa diciptakannya perempuan dari tulang rusuk laki-laki merupakan simbol kesejajaran antara dua makhluk yang berlainan. Kata Gibran, perempuan tidak diciptakan dari atas kepala untuk disanjung, bukan pula diciptakan dari bawah kaki untuk dihina atau dilecehkan martabatnya, tetapi diciptakan dari tulang rusuk laki-laki untuk dilindungi hak-haknya, menjadi kawan hidup kaum Adam. Simbolisasi yang digambarkan Gibran di atas adalah deskripsi hubungan yang ideal antara laki-laki dan perempuan, yang seharusnya dapat dibangun untuk membentuk harmoni kehidupan. Karena laki-laki dan perempuan diciptakan untuk saling bergantung dan saling melengkapi kekurangan dari kelebihan masing-masing. Akan tetapi realitas yang kita hadapi berbicara lain, posisi kesejajaran yang digambarkan Gibran jarang kita temui, yang justru mendominasi adalah adanya ketimpangan. Tak dapat diingkari bahwa dalam faktanya, wanita memang menghadapi problema. Dan kita membutuhkan pandangan yang jernih untuk menganalisis bagaimana memecahkan problema tersebut. Dahulu wanita tidak disetarakan dengan laki-laki dalam hal pendidikan hingga politik. Wanita tidak diperbolehkan untuk menempuh pendidikan (sekolah), kegiatan ekonomi, social dan politik. Sehingga wanita menjadi kaum yang tertindas, dan selalu berada dibawah ketiak kaum laki-laki. Walalupun dalam sebuah rumah tangga memang sudah menjadi kodrat wanita bahwa hak dan martabatnya berada dibawah laki-laki (suami). Namun yang dituntut disini adalah kesetaraan hak dalam bidang pendidikan, hukum, politik, dsb, sehingga wanita dapat beraktualisasi diri sesuai dengan kodratnya.

Hal ini dapat dibahas dengan paham idealisme, paham idealisme menganggap bahwa realitas ini terdiri atas roh-roh (sukma) atau jiwa. ide-ide dan pikiran. Penganut idealisme sepakat bahwa dunia dan seluruh isinya termasuk manusia mempunyai makna, termasuk seorang wanita (Jadi wanita harus memiliki makna/arti yang lebih daripada hanya sekedar menjadi “ekor” kaum laki-laki). Tetapi yang dinamakan makna tadi harus senantiasa terdapat di dalam sutau sistem yang merupakan kebulatan yang logis/spiritual (Sistem disini tak luput dari kodrat kaum wanita).

Kemudian berdasarkan ide-ide dan pemikiran, serta diperkuat oleh kitab suci Al-Qur’an, maka Islam membagi peran wanita ke dalam dua bagian. Yang pertama adalah peran domestic. Peran ini adalah peran wanita di dalam rumah baik sebagai seorang istri bagi suami maupun sebagai seorang ibu bagi anak-anaknya. Peran ini menuntut wanita untuk tetap berada di rumah, melaksanakan segala kewajiban yang berkaitan dengan urusan domestic seperti merawat dan mendidik anak, melayani suami, mengurus pekerjaan rumah tangga, mengatur keuangan dan lain sebagainya. Peran yang kedua adalah peran publik. Peran ini adalah peran wanita di luar rumah. Peran ini menuntut wanita untuk beraktivitas di luar rumah. Menjalankan fungsinya sebagai anggota masyarakat, berinteraksi sosial, hingga untuk menempuh pendidikan. Wanita boleh memiliki profesi, mengaktualisasikan diri. Akan tetapi jika kedua peran tersebut bertentangan maka wajib bagi wanita untuk memilih peran public, karena (kembali kepada kodrat wanita) tugas utama seorang wanita adalah menjadi seorang istri dan seorang ibu. Wanita dilarang berkarier di luar rumah jika ia tidak diijinkan oleh suaminya dengan alasan karier tersebut membuatnya lalai dari tanggung jawab terhadap suami dan anak-anak.

Feminisme Ditinjau dari Fenomenologi Edmund Husserl

Fenomenologi yang dirumuskan oleh Husserl juga dapat digunakan untuk menganalisis pengalaman perempuan. Fenomenologi bisa digunakan untuk memaparkan dunia kehidupan dari kaum perempuan. Di dalam dunia kehidupan ini, setiap orang menciptakan realitas simbolik maupun realitas sosial mereka, dan mewarisi keduanya dari generasi yang hidup sebelum mereka.

Husserl melihat benda-benda sebagai benda-benda dan tidak sebagai gejala kesadaran saja. Yang muncul dalam kesadaran ialah gejala (phenomenon). Inilah yang disebut Husserl sebagai reduksi fenomenologis. Jika kita meninjau kasus perempuan maka, reduksi fenomenologisnya adalah feminisme.

Reduksi kedua yang dikemukakan Husserl adalah reduksi eidetis. Reduksi eidetis memandang bagaimana terjadinya suatu gejala yang dikemukakan reduksi fenomenologis tersebut. Dalam feminisme, diskriminasi terhadap kaum perempuan dan ketidaksetaraan gender antara laki-laki dan perempuan merupakan reduksi eidetis.

Selanjutanya reduksi ketiga adalah reduksi dari dunia biasa yang penuh hasil kebudayaan menjadi dunia umum untuk semua orang. Dalam reduksi ini, ego yang transedental melihat esensi-esensi yang umum tersbeut. Dalam feminisme, reduksi ketiga ini merupakan hasil akhir dari perjalanan feminisme. Yaitu, perjuangan kaum wanita untuk memperoleh kesetaraan gender.

Hasil dari ketiga reduksi itu, Husserl mencoba mencapai hal-hal yang menjadi dasar, mencapai realitas yang eviden dan nyata. Tujuan dari reduksi-reduksi tersebut dalam feminisme ialah, terbentuknya 2 peran yang dimiliki oleh wanita. Yang pertama adalah peran domestic. Peran ini adalah peran wanita di dalam rumah baik sebagai seorang istri bagi suami maupun sebagai seorang ibu bagi anak-anaknya. Peran ini menuntut wanita untuk tetap berada di rumah, melaksanakan segala kewajiban yang berkaitan dengan urusan domestic seperti merawat dan mendidik anak, melayani suami, mengurus pekerjaan rumah tangga, mengatur keuangan dan lain sebagainya. Peran yang kedua adalah peran publik. Peran ini adalah peran wanita di luar rumah. Peran ini menuntut wanita untuk beraktivitas di luar rumah. Menjalankan fungsinya sebagai anggota masyarakat, berinteraksi sosial, hingga untuk menempuh pendidikan. Wanita boleh memiliki profesi, mengaktualisasikan diri. Akan tetapi jika kedua peran tersebut bertentangan maka wajib bagi wanita untuk memilih peran domestic.