Tampilkan postingan dengan label membina hubungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label membina hubungan. Tampilkan semua postingan

15 Januari 2009

Apa yang lo lakuin kalo menghadapi kasus kayak gini?

Kita punya pacar. Tapi kehidupan pacar kita itu diganggu sama cewek lain.
Hmmm.. sebnernya prisip gw: gimanapun sikap cewek lain ke pacar kita, tapi kalo pacar kita bisa dipercaya, semuanya beres. Ibaratnya mau cewek itu sampe jungkir balikpun kalo pacar kita cuek-cuek aja, urusan selesai..

Tapi gimana kalo yg terjadi adalah:
Ternyata perempuan itu mempunyai masalah kehidupan yang cukup rumit, dan dulu pacar kita pernah mencoba untuk membantunya dengan menjadikan dia sebagai ceweknya (jadi si cewek ini adalah mantannya pacar kita). Pacar kita dulu beranggapan bahwa "siapa tau klo gw jadi pacarnya, gw bisa merubahnya/bisa membantunya". Tapi ternyata (ga tau prosesnya gimana dan ga mau tau), pacar kita nyerah, capek, dan memutuskan untuk meninggalkan cewek itu. Hingga sampailah dia kenal dan pacaran sama kita. Tapi cewek itu selalu datang dan berharap supaya pacar kita mau balik lagi sama dia (padahal cewek itu tau kalo dia udah pacaran sama kita).
Coba lo bayangin, cewek itu punya masalah kehidupan yang cukup rumit, disaat dia merasa sendiri pacar kita dateng ibarat pahlawan, tapi ahirnya ditinggalin. Dan si cewek ini hingga rela melakukan apapun demi bisa balik lagi sama pacar kita.
Gw berpikir:
1. cewek ini punya sebongkah cinta yang tulus, diibaratkan cinta mati hingga rela melakukan apapun demi mendapatkan pacar kita.
2. cewek ini hanya ingin mendapatkan kebutuhannya. disaat dia ga ada temen dan rapuh dia menganggap pacar kita lah yang bisa jadi 'pahlawan'

Dan kemudian, apa salah jika gw berpikir:
Ya salah sendiri pacar kita dulu pernah memberinya harapan. Ibaratnya pengen bantu kok setengah-setengah (dimana rasa tanggung jawab pacar kita?). Kita sebagai perempuan, coba berpikir kalo kita diposisi cewek itu gimana?
Apa salah kalo kita merelakan pacar kita itu, jika dia ternyata benar-benar sayang sama cewek itu dan pengen bantu, ya silahkan sana "putusin gw dan bantu dia".

Bukannya kita ga sayang sama pacar kita, bukannya kita ga ingin mempertahankannya. Tapi kalo keadaannya kayak gitu kan kita ga enak juga. Hubungan juga akan terganggu terus hingga cewek itu menemukan 'cinta mati'nya yang lain.

Tapi gw menyadari sesuatu:
Hubungan sesama manusia bakal enak terjalin kalo ada timbal baliknya. Mungkin pacar kita tidak mendapatkan apa yang dia butuhkan/inginkan dari cewek itu hingga pacar kita jadi capek sendiri. Dan mungkin kita sebagai perempuan terpilih yang dipercaya dia untuk bisa memberi apa yang diinginkan dan dibutuhkannya (ini bukan suatu bentuk penyombongan diri, tapi justru sebagai bentuk tanggung jawab).

Tapi gimana kalau keadaannya kaya' gini..? apa yang harus dilakukan kita sebagai perempuan yang juga manusia yang punya perasaan dan tentunya rasa cemburu..?

dengerin lagu butterfly punyanya jason mraz aahh.. lagu pas disaat kayak gini.. hehe..

11 Januari 2009

cinta

lagi-lagi..
cari definisi cinta. kata temen2 cinta itu dirasain bukan dicari-cari definisinya, tapi maslahnya gw ga tau sama apa yg gw rasain.
jadi cinta itu.. (http://id.wikipedia.org/wiki/Cinta)

Cinta adalah sebuah perasaan yang ingin membagi bersama atau sebuah perasaan afeksi terhadap seseorang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinnginkan objek tersebut.

Cinta adalah perasaan simpati yang melibatkan emosi yang mendalam Menurut Erich Fromm, ada empat syarat untuk mewujudkan cinta kasih, yaitu: Pengenalan, Tanggung jawab, Perhatian, dan Saling menghormati.

Jatuh cinta adalah sebuah rasa yang dimiliki seseorang ketika melihat seseorang lainnya (biasanya dari jenis kelamin yang lain) yang menarik perhatiannya. Apabila kedua orang ini cocok dan menjadi pasangan, maka rasa ini juga masih ada pada permulaan relasi.
Perasaan ini muncul karena di dalam tubuh diproduksi beberapa zat-zat tertentu yang sedikit membius otak dan efeknya bisa disamakan dengan efek narkoba. Zat-zat tertentu ini dinamakan feromon. Feromon membuat seseorang kecanduan sehingga ingin melihat pasangannya atau orang idamannya sesering mungkin.
Perasaan jatuh cinta ini akan tetapi setelah selang beberapa waktu akan menghilang sedikit demi sedikit. Yang muncul biasanya rasa-rasa lain, seperti perasaan cinta sejati, kasih sayang serta rasa aman dan nyaman. Apalagi jika sudah menikah, perasaan-perasaan yang terakhir ini yang lebih menonjol.

22 Desember 2008

question..??

Pacar baru? Masa iya sih?
Dia seolah teriak "aku punya pacar"
Tapi berteriak padaku, yang jelas-jelas sudah tau.
Dasar aneh..
Bukan itu yang kumau.
Yang kumau hanyalah sesuatu yang tak kau mengerti.
Dan kau tak usah mengerti.

nb: Makasih ya sahabatku cantik.. Kau benar.. Aku tenang, walaupun aku bingung. Hehe..

08 Oktober 2008

Pasangan hidup

Seorang sahabatku punya cerita baru, ia baru kenal dengan seorang pria 3 minggu yang lalu. Tiba-tiba pria itu berniat serius untuk menjalin hubungan yang lebih serius, pria itu ngajak sahabatku untuk nikah.
Sahabatku bingung campur senang, "Aku belom pernah ketemu Ves, tapi dihati aku aku ngerasa yakin."
"Apa yang harus dibingungin?" Tanyaku.
"Ya aku bingung, gimana kalo ternyata nanti pas kita ketemu keyakinan itu hilang dan dia jadi ga sreg sama aku." Jelasnya.

Begini ya sahabatku, saudaraku cantik..
Nggak bisa dipungkiri fisik itu pasti yang pertama diliat. Tapi fisik yang sempurna, wajah yang ganteng atau cantik, itu semua akan luntur setelah kita melihat karakter dan kepribadian orang itu.
Aku pernah baca dan denger ada kata-kata gini:
Kalo seseorang mutusin untuk nikah, apa yang dilihat dari pasangan hidupnya?
Cewek: Karakter dan kedewasaan si cowok
Cowok: Sifat keibuan dan kepribadian si cewek

Coba aja kamu inget-inget ya sahabatku, waktu kamu SMP atau SMA dulu, kalo ditanya kriteria cowok, apa yang kamu sebut? Pertama pasti kata 'Ganteng' yang keluar dari mulut kamu.
Tapi baru kemaren-kemaren ini aku tanya sama kamu gimana kriteria calon suami kamu, apa yang kamu bilang? Kamu bilang 'Sholeh, bisa ngertiin aku, dll..'
Tuh kan.. Artinya apa? Kamu pasti bisa ngartiinnya..

Kita sebagai perempuan yang udah berorientasi kesana, yang punya cita-cita mulia untuk beribadah, membangun kehidupan baru sama sesosok pasangan hidup yang Allah kasih buat kita, hanya bisa berbuat 2 hal:
1. Jadilah pribadi yang sebaik mungkin, walaupun kepribadian kita beda-beda, tapi berusahalah untuk jadi perempuan yang 'baik' tanpa dibuat-buat lho.. Maksunya jadilah diri kita apa adanya, tapi bentuklah diri kita ini sebaik mungkin, karena setiap laki-laki pasti liat innerbeauty kita.
2. Berdo'a agar Allah SWT mendatangkan pasangan hidup yang memang terbaik untuk kita, untuk keluarga kita, untuk semua.

Tapi.. selain itu, usaha juga perlu.. ;-)

Pokoknya, yang menjalani hidup ini ya kita sendiri, jadi cuma kamu yang tau apa yang terbaik buat kamu. Jangan lupa selalu berdoa dan minta restu dari orang tua..

15 September 2008

Menyayangi bukan seperti teori Sigmund Freud

Siapa yang nggak tau Sigmund Freud?
Sigmund Freud adalah salah satu tokoh psikoanalisis yang terkenal buangeet..
Orang-orang psikologi pasti udah akrab banget denger nama ini. Nama ini mungkin juga terkenal di kalangan nonpsikologi. Di kalangan psikologi, dia bnayak ditentang oleh tokoh-tokoh lain, karena teorinya yang 'nyeleneh' (nyeleneh ini sih menurut aku. sok-sokan gini gue..hehehe..)
Menurutnya sebagian besar kehidupan/perilaku manusia dipengaruhi oleh alam bawah sadarnya, ibarat gunung es, bagian yang didalem laut itu adalah alam bawah sadar kita dan bagian yang diatas laut (yang keliatan sedikit) itu adalah alam sadar kita. Selain itu juga, semua perilaku manusia itu hanya didasari oleh 2 hal, yaitu sex dan agresi. Seperti contoh seorang dokter itu bukan atas dasar kemanusiaan ia melakukan kerjanya, tapi didasari oleh keinginan meraba-raba tubuh pasiennya (sex) atau karena ia hanya ingin menunjukkan kepada orang lain bahwa ia hebat (agresi).

Disini aku nggak akan ngebahas teorinya terlalu jauh, yang aku pengen bahas disini adalah..
Ayo kita liat sudut pandang orang yang saling menyayangi dari kacamata Sigmund Freud. haha..

Cewek: Kamu bener ga sih sayang sama aku?
Cowok: Ya iya lah sayang..
Cewek: Buktinya apa?
Cowok: Lho.. koq pake nanya bukti segala? kamu nggak percaya ya sama aku? Kalo kamu sayang aku nggak?
Cewek: Ya iya lah. Kamu tuh cowok satu-satunya dihati aku. aku nggak bisa hidup tanpa kamu.
Cowok: Kamu juga.. Eh say, sun-nya dong.. katanya kamu sayang aku..
Cewek: Ih, maunya di sun.. (sambil malu-malu tapi mau)
Cowok: Say, kerumah aku yuk.. lagi sepi nih..
Cewek: Nggak ah.. ngapain?
Cowok: Katanya kamu sayang aku, kalo iya, harus mau dong..
Cewek: Ya udah iya iya mau..

Nah, udah ketauan kan jalan ceritanya kemana? Simak lagi percakapan yang ini ya..

Cowok: Aku sayang sama kamu..
Cewek: Iya aku tau itu. Tapi...
Cowok: Tapi apa? Aku sayang sama kamu dan aku mau kamu jadi pacar aku
Cewek: Tapi aku nggak bisa jadi pacar kamu.
Cowok: Kenapa? katanya kamu sayang sama aku.
Cewek: Ya iya aku sayang sama kamu, tapi nggak sebagai pacar.
Cowok: Ah, Ya udah.. (Dalem hatinya: liat aja nanti aku pasti dapetin kamu)

Keliatan kan dua percakapan diatas kalo perilaku mereka didasari oleh sex dan agresi.
Sedangkan saling menyayangi tuh bukan kayak gitu. Kalo gitu sih namanya, yang pertama nafsu, yang ke dua cuma obsesi. Menurut aku saling menyayangi itu adalah ketulusan, keikhlasan, dan bukan paksaan..

29 Agustus 2008

Cinta dan Pengertian

Ada sebuah percakapan sebuah pasangan,

Cewek: "Sayang.. kalo pulang kantor jangan malem-malem terus dong. Sekarang kamu kan lagi nggak enak badan, jangan sampe sakit lho.."

Cowok: "Iya nih, maunya juga sekali-kali pulang cepet. tapi gimana nggak enak sama bos. Masa dia belom pulang aku udah pulang"

Cewek: "Iya sih.. tapi.. kasian kan mama kamu selalu nungguin kamu pulang kantor. Apa nggak bisa ditunda ya kerjaannya?"

Cowok: "Hmmm... gimana ya sayang, ini udah resiko kerjaan aku. Bos aku aja jarang ngeluh kalo harus pulang malem tiap hari"

Cewek: "Oh, gitu ya.. emang bos kamu belom punya istri ya?"

Cowok: "Nah itu dia.. istrinya tuh pengertian banget. Dia udah punya istri koq.."

Cewek: "Oh ya..?? Hebat ya.. Emang sih, bos kamu kerja juga kan buat istrinya ya gak? Eh tapi, apa istrinya gak pernah mikir macem-macem ya kalo suaminya pulang malem terus?"

Cowok: "Ya gak tau sih. Ya seharusnya kan saling percaya aja. Oh ya, bos aku itu ya kalo cerita tentang istrinya tuh kayak yang seneeng banget, kaya ga pernah ada konflik diantara mereka."

Cewek: "Waah.. keren ya bos kamu & istrinya.. Mudah-mudahan aku bisa sepengertian itu sama suamiku nanti & dapet suami yang sebegitu cintanya sama aku"

Cowok: "Amin.."

Dari percakapan diatas, jadi teringat sebuah kata-kata yang pernah aku baca bahwa,
Dalam suatu hubungan itu, si wanita cukup mempunyai perasaan cinta yang kecil, tapi pengertian yang besar. Sementara si pria harus mempunyai perasaan cinta yang besar, tapi pengertian yang kecil
Kenapa? Ya mungkin percakapan diatas tentang si bos & istrinya itu merupakan salah satu jawabannya. Jadi, si pria yang selalu pulang larut malam, harus dapet pengertian yang besar dari si wanita. Nah sedangkan si pria harus punya cinta yang besar, karena biar ga 'macem-macem'.hehehe... Tapi bener lho, pria yang menghabiskan sebagian besar waktunya diluar rumah, maka akan semakin banyak godaan yang ia terima, makanya dia harus punya cinta yang besar ke istrinya biar nggak tergoda.hehe.. Kalo aku sih mikirnya gitu.

Tapi.. Seseorang pernah berkata:
Kenapa harus seperti itu? Di dalam suatu hubungan kan kita harus saling mengisi. Jadi nggak perlu sampe ada teori bahwa si wanita harus punya pengertian yang lebih besar, sedangkan si pria harus punya cinta yang lebih besar juga. Yang jelas si wanita & si pria harus punya keduanya, entah siapa yang punya cinta/pengertian yang lebih besar. Yang penting disaat si pria membutuhkan cinta/pengertian maka si wanita menyediakannya, begitupun sebaliknya.

Jadi, Gimana kesimpulannya? tergantung persepsi masing-masing..
Hehehe..